Selasa, 08 Oktober 2013

contoh proposal penelitian sejarah



INDONESIA MASA PEMERINTAHAN SJAFRUDDIN PRAWIRANEGARA

(1945 – 1949)

PROPOSAL SKRIPSI

Oeh
MASWARDI
1.1 Latar Belakang
            Mr. Syafruddin Prawiranegara, atau juga ditulis Sjafruddin Prawiranegara (lahir di Serang, Banten, 28 Februari 1911 – meninggal di Jakarta, 15 Februari 1989 pada umur 77 tahun) adalah pejuang pada masa kemerdekaan Republik Indonesia yang juga pernah menjabat sebagai Presiden/Ketua PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) ketika pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda saat Agresi Militer Belanda II pada tanggal 19 Desember 1948.
            Sebelum kemerdekaan, Syafruddin pernah bekerja sebagai pegawai siaran radio swasta (1939-1940), petugas pada Departemen Keuangan Belanda (1940-1942), serta pegawai Departemen Keuangan Jepang.
            Setelah kemerdekaan Indonesia, ia menjadi anggota Badan Pekerja KNIP (1945), yang bertugas sebagai badan legislatif di Indonesia sebelum terbentuknya MPR dan DPR. KNIP diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara.
            Syafruddin adalah orang yang ditugaskan oleh Soekarno dan Hatta untuk membentuk Pemerintahan Darurat RI (PDRI), ketika Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditangkap pada Agresi Militer II, kemudian diasingkan oleh Belanda ke Pulau Bangka, 1948. Syafruddin menjadi Ketua Pemerintah Darurat RI pada 1948.
            Atas usaha Pemerintah Darurat, Belanda terpaksa berunding dengan Indonesia. Perjanjian Roem-Royen mengakhiri upaya Belanda, dan akhirnya Soekarno dan kawan-kawan dibebaskan dan kembali ke Yogyakarta. Pada 13 Juli 1949, diadakan sidang antara PDRI dengan Presiden Sukarno, Wakil Presiden Hatta serta sejumlah menteri kedua kabinet. Serah terima pengembalian mandat dari PDRI secara resmi terjadi pada tanggal 14 Juli 1949 di Jakarta.
            Syafrudin Prawiranegara pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri, Menteri Keuangan, dan Menteri Kemakmuran. Ia menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan pada tahun 1946, Menteri Keuangan yang pertama kali pada tahun 1946 dan Menteri Kemakmuran pada tahun 1947. Pada saat menjabat sebagai Menteri Kemakmuran inilah terjadi Agresi Militer II dan menyebabkan terbentuknya PDRI.
            Seusai menyerahkan kembali kekuasaan Pemerintah Darurat RI, ia menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri RI pada tahun 1949, kemudian sebagai Menteri Keuangan antara tahun 1949-1950. Selaku Menteri Keuangan dalam Kabinet Hatta, pada bulan Maret 1950 ia melaksanakan pengguntingan uang dari nilai Rp 5 ke atas, sehingga nilainya tinggal separuh. Kebijaksanaan moneter yang banyak dikritik itu dikenal dengan julukan Gunting Syafruddin.
            Syafruddin kemudian menjabat sebagai Gubernur Bank Sentral Indonesia yang pertama, pada tahun 1951. Sebelumnya ia adalah Presiden Direktur Javasche Bank yang terakhir, yang kemudian diubah menjadi Bank Sentral Indonesia.
Pada awal tahun 1958, PRRI berdiri akibat ketidakpuasan terhadap pemerintah karena ketimpangan-ketimpangan sosial yang terjadi dan pengaruh komunis (terutama PKI) yang semakin menguat. Syafruddin diangkat sebagai Presiden PRRI yang berbasis di Sumatera Tengah.
            Pada bulan Agustus 1958, perlawanan PRRI dinyatakan berakhir dan pemerintah pusat di Jakarta berhasil menguasai kembali wilayah-wilayah yang sebelumnya bergabung dengan PRRI. Keputusan Presiden RI No.449/1961 kemudian menetapkan pemberian amnesti dan abolisi bagi orang-orang yang tersangkut dengan pemberontakan, termasuk PRRI.


1.2 Rumusan Masalah                                                                     
            Berdasarkan latar belakang, yang menjadi permasalahan adalah sebagai berikut :                              
1.2.1        Mengapa Sjarifuddin Prawiranegara meperjuangkan kemerdekaan Indonesia ?
1.2.2        Bagaimana Peranan Sjarifuddin Prawiranegara dalam pemerintahan Indonesia ?
1.2.3        Bagaimana kondisi ekonomi dan politik masa pemerintahan Sjarifuddin Prawiranegara ?
1.3 Tujuan Penelitian 
Berdasarkan permasalahan di atas, yang menjadi tujuan penelitian adalah sebagai berikut :                                                                                     
1.3.1        Menganalisis Sjarifuddin Prawiranegara meperjuangkan kemerdekaan Indonesia ?
1.3.2        Mendeskripsikan Peranan Sjarifuddin Prawiranegara dalam pemerintahan Indonesia ?
1.3.3      Mendeskripsikan kondisi ekonomi dan politik masa pemerintahan Sjarifuddin Prawiranegara ?

1.4 Manfaat Penelitian  
 Dari hasil penelitian nanti dapat di harapkan dapat memberikan kegunaannya sebagai berikut :                                                                                          
1.4.1        Secara Teoritis, berguna untuk memberikan pemahaman dan menambah wawasan bagi ilmu pengetahuan menyangkut latar belakang dan Peranan Sjarifuddin Prawiranegara dalam pemerintahan Indonesia.
1.4.2        Secara Praktis, berguna untuk memberikan sumbangan pemikiran kepada pemerintah Indonesia guna memahami betapa pentingnya Peranan Sjarifuddin Prawiranegara dalam pemerintahan Indonesia.

1.5 Anggapan Dasar                                                                                                              Yang menjadi anggapan dasar dalam penelitian ini adalah “Sjarifuddin Prawiranegara tetap berperan dalam kemerdekaan Indonesia sebagai President Darurat Republik Indonesia”.

1.6 Metode Penelitian
Dalam penelitian ini digunakan metode sejarah. Menurut Suryabrata dalam Metode Penelitian (1994: 16) tujuan penelitian historis untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasikan, serta mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat, semua upaya tersebut harus melelui proses pengumpulan data.

1.6.1 Teknik Pengumpulan Data
            Penelitian ini dilakukan secara library research atau kepustakaan. Adapun sumber-sumber yang penulis gunakan dalam penelitian ini terdiri dari sumber primer dan sumber skunder. Menyangkut dengan kajian sejarah, maka penulisan ini menggunakan penelitian historis. Tujuan penelitian historis adalah untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, menveritifikasikan serta mensistensikan bukti-bukti untuk menegahkan fakta dan menegahkan fakta dan memperoleh kesimpulan.
            Penelitian ini mengunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang menekankan kepercayaan terhadap apa adanya, sehingga bersifat netral dan objektif. Hal ini dikarenakan untuk mendapatkan hasil yang baik dan tidak menimbulkan kesan yang memihak. Penelitian deskriptif di maksudkan untuk mengekplorasi dan menklarifikasi mengenai suatu peristiwa, dengan jalan mendeskripsikan sejumlah variaber yang berkenaan dengan masalah yang di teliti.(Margono, 2003: 20).                                                                             

            Penulisan sejarah yang berkenaan dengan analisis yang kejadiannya telah berlangsung di masa lalu, penelitian tentang sejarah tidak mungkin lagi mengamati kejadian yang akan diteliti. Sehingga penulisan ini berdasarkan atas sumber primer dan skunder, yang dilakukan dengan penelitian kepustakaan (library research). Sumber primer yang di gunakan dalam penulisan ini yaitu buku-buku yang di tulis oleh pelaku sejarah, dokumen-dokumen, laporan kegiatan, serta arsip peninggalannya yang dapat di proleh di perpustakaan  dan badan arsip maupun intansi yang berkaitan, sedangkan yang termasuk kedalam sumber skunder dalam penulisan sejarah yaitu buku-buku yang di karang oleh Indonesia, dan data lainnya yang relevan dapat di jumpai pada perpustakaan.

1.6.2 Teknik Pengelolaan dan Analisis Data
Untuk menghasilkan suatu karya/kisah sejarah seseorang harus berpegangan pada metode sejarah, ada beberapa langkah perlu di patuhi oleh seorang peneliti yaitu: Heuristik (pengumpulan data), kritik, interpresentasi, dan pengkisahan. (Nugroho Notosusanto, 1978:11).                                                   
Setelah data penelitian terkumpul kemudian penulis melakukan kritik sumber yaitu mempersoalkan otentik tidaknya suatu sumber yang telah didapatkan. Mengenai asli tidaknya suatu sumber harus dilakukan analisis sumber. Yaitu mencoba mengetahui apakah suatu sumber itu primer ataukah skunder. Sedangkan untuk mengetahui utuh tidaknya suatu sumber harus di atasi dengan melakukan kritik teks. Kemudian melakukan kritik ekstern dan kritik intern. Kritik atau sumber dilakukan pada sumber hasil studi kepustakaan. Hal ini di sebabkan tidak semua keterangan sumber mengenai peristiwa yang diamati mutlak diterima, sehingga perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut dan perbandingan antara sumber tersebut, untuk menegakkan fakta sehingga penulisan tetang topik pembahasan bersifat netral.                                                                  

 Setelah melakukan kritik, dapat menghimpun banyak sekali informasi mengenai suatu periode sejarah yang kita pelajari. Berdasarkan semua keteragan itu dapat disusun fakta-fakta sejarah yang dapat di buktikan kebenarannya. Tidak semua fakta dapat di maksukkan karena yang di ambil hanyalah fakta yang relevan dan sesuai dengan topik yang ingin penulis paparkan. Pada tahap akhir penulis melakukan penulisan dengan  merangkaikan sejumlah fakta yang relevan, sehingga terwujudlah suatu tulisan sejarah sebagai cerita yang menyangkut tentang peran Peranan Sjarifuddin Prawiranegara dalam pemerintahan Indonesia.

1.7 Tinjauan Pustaka
            Dalam Buku Akmal Nasery Basral yang berjudul “Presiden Prawiranegara, Kisah 207 Hari Syafruddin Prawiranegara Memimpin Indonesia”  yang menjelaskan tentang sejarah mencengangkan. Ada sisi lain dari sebuah historiografi yang belum diakui, lantaran berbagai kepentingan yang terlibat di dalamnya. Yang akhirnya Syarifuddin tak pernah tercatat pernah menjadi orang nomor satu di negeri ini. Padahal, jasa-jasanya menyelamatkan kemerdekaan Indonesia dengan memimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia sangat penting. Pada 19 Desember 1948, saat agresi militer II Belanda ibu kota Yogyakarta berlangsung, Presiden Sukarno tertangkap. Wakil Presiden Mohammad Hatta yang cemas dengan kondisi itu segera mengirimkan telegram kepada Syarifuddin yang ketika itu menjadi Menteri Kehakiman, yang sedang berada di Bukittingi untuk membentuk PDRI.
            Dalam buku George Mc Turnan Kahim. Dkk yang berjudul “Sjarifuddin Prawiranegara Penyelamat Republik” menjelaskan tentang Sjafruddin adalah anggota Badan Pekerja KNIP (1945), yang bertugas mempersiapkan garis besar haluan negara RI sebelum merdeka. Mr Sjafruddin adalah pejabat menteri keuangan pertama RI (1946), dan Menteri Kemakmuran (1947). Setelah PDRI yang diketuainya menyerahkan mandat, ia sempat diangkat sebagai Wakil Perdana Menteri pada tahun 1949. Ia kembali diangkat menjadi Menkeu di kabinet Hatta pada Maret 1950 dan menelurkan kebijakan yang cukup terkenal saat itu, yakni pengguntingan uang dari nilai Rp 5 ke atas. Ia kemudian menjabat sebagai Gubernur BI yang pertama tahun 1951. Setelah itu, Mr Sjafruddin memilih bergabung dengan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang juga berbasis di Sumatera, sebuah gerakan untuk menentang kebijakan presiden Soekarno. Gara-gara sikapnya yang berlawanan tersebut, ia sempat dipenjarakan oleh Soekarno tanpa proses pengadilan.
            Dalam Buku Boediono. Dkk yang berjudul “Sjarifuddin Prawiranegara Dari Ekonomi Sampai PRRI” menjelaskan Sjarifuddin tentang pentingnya pemisahan Bank Sentral dari pemerintah agar Bank Sentral dapat bekerja Otonom. Apabila kekuatan politik dapat di berikan uang untuk menguasai sistem keuangan nasional. Di pula yang pertama bertanggung jawab pegedarannya, dan sejarah mehendaki dia harus bertanggung jawab atas “penguburannya”
            Dalam buku Yapi yang berjudul “Aspirasi Islam dan penyalurannya” menjelaskan tentang pemisahan Politik dari Agama untuk Islam merupakan suatu operasi yang artificial, yaitu untuk melemahkan kekuatan politis Islam yang dianggab berbahaya buat kesatuan dan persatuan bangsa dan negara Indonesia. Di dalam kenyataan umat Islamlah yang selalu berusaha yang selalu berusaha untuk memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dan negara. Tanpa saham umat Islam dalam perjuangan kemerdekaan, tak mungkin Indonesia dapat memperoleh kemerdekaan.

1.8 Sistematika Penulisan                                                                                            
Untuk lebih memudahkan pembaca dalam memahami isi pembahasan ini, terlebih dahulu penulis menguraikan sistematika penulisan. Adapun sistematika Penulisan adalah sebagai berikut : 
         Bab I, Merupakan pendahuluan yang berisikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, anggapan dasar, hipotesis, dan sistematika penulisan.
         Bab II, Merupakan Tinjauan Pustaka yang mengulas berbagai tulisan yang pernah diterbitkan mengenai permasalahan serta sudut pandang permasalahan yang akan penulis bahas.
         Bab III, Metode Penelitian yang berisikan pendekatan dan pembahasan mengenai jenis penelitian terhadap pegumpulan data sejarah.
         Bab IV, Merupakan Hasil Penelitian dari permasalahan mengenai Peranan Sjarifuddin Prawiranegara dalam pemerintahan Indonesia
         Bab V,  Merupakan Penutup yang berisikan kesimpulan dan saran.

DAFTAR PUSTAKA
George MC Turnan Kahim, 2011, Sjarifuddin Prawiranegara penyelamat Republik. Jakarta, YAPI
Salim Agus, 2011, Sjarifuddin Prawiranegara Aspirasi Islam dan Penyalurannya, Jakarta, YAPI
Boediono,2011, Sjarifuddin Prawiranegara dari Ekonomi sampai PDRI, Jakarta, YAPI
Yapi, 2011, Peranan Islam dalam Perjuangan Kemerdekaan dan Pembangunan, Jakarta, YAPI

Diposkan oleh MASWARDI di 06.17.00

Kata kata bijak


- Ketika kehidupan tidak kamu jalani dengan penuh kesungguhan, maka kamu akan menjalaninya dengan penuh kelemahan.

- Selalu jujur, karena kebebasan adalah milik mereka yang jujur. Orang yang berbohong tak bisa bebas, karena terperangkap kebohongannya.

- Syukurilah kesulitan. Karena terkadang kesulitan mengantara kita pada hasil yang lebih baik dari apa yang kita bayangkan.

- Hidup bukan tentang mendapatkan apa yang kamu inginkan, tetapi tentang menghargai apa yang kamu miliki, dan sabar menanti yang akan menghampiri.

- Jangan hiraukan mereka yang membencimu. Mereka hanya orang yang berharap memiliki hidup sepertimu. Perhatianmu adala hal yang mereka inginkan.

- Jangan iri dengan keberhasilan orang lain, karena kamu tidak mengetahui apa yang telah ia korbankan untuk mencapai keberhasilannya itu.

- Seberat apapun beban masalah yang kamu hadapi saat ini, percayalah bahwa semua itu tak pernah melebihi batas kemampuan kamu.

- Ingatlah, ketika kamu memutuskan Berhenti untuk mencoba, saat itu juga kamu memutuskan untuk gagal.

- Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali apa yang kita belum capai

- Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil , kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik. Evelyn Underhill.

Kata kata bijak mario teguh
- Aku tak punya waktu membenci orang yang membenciku, karena aku terlalu sibuk mencintai mereka yang mencintaiku.

- Apapun yang tidak akan menjadikan anda kuat dan mandiri di masa depan, tinggalkan.

- Tidak sedikit orang yang galau, karena keinginan besarnya duduk diatas keberaniannya yang kecil.

- Keberanian adalah harga yang harus kita bayar untuk hidup dengan kuat dan mapan.

- Menghina pasangan anda sama dengan menghina diri anda sendiri. Hargai pasangan anda.

- Jika kamu menyerah hanya karena kata-kata orang lain yang ingin menjatuhkanmu, berarti kamu gagal dan orang itu berhasil.

- Betapa ringan langkah kita jika diawali do’a dan senyuman karena itu menggambarkan ketulusan hati yang kuat dalam menghadapi banyak hal.

- Siapa bilang orang minder tidak bisa sukses? Orang minder yang rajin, mengalahkan orang percaya diri yang NATO.

- Kebohongan mungkin bisa menutupi kebenaran, tapi tidak menghilangkannya. Hanya masalah waktu hingga kebenaran terungkap.

- Seseorang yang mampu bangkit setelah jatuh adalah orang yang lebih kuat daripada seseorang yang tidak pernah jatuh sama sekali.

- Rencanakanlah yang anda akan lakukan, dan lakukanlah yang telah anda rencanakan.

- Jangan biarkan ucapanmu dijadikan senjata untuk menyakiti orang lain. Pergunakanlah ucapanmu untuk kebaikanmu dan orang lain.

- Memaksakan kehendak adalah ciri dari ketidakmampuan untuk berkarisma.

Kata bijak tokoh dunia
- Marah itu gampang. Tapi marah kepada siapa, dengan kadar kemarahan yang pas, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang benar itu sulit. (Aristoteles).

- Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat (Winston Chuchill)

- Kesakitan membuat anda berpikir. Pikiran membuat andabijaksana. kebijaksanaan membuat kita bertahan dalam hidup ( John patrick)

- Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, harus menjaga diri agar tidak tertidur. (Richard Wheeler)

- Kita hanya berfikir ketika kita terbentur pada suatu masalah ( John Dewey)

- Lebih baik bertempur dan kalah daripada tidak bertempur sama sekali ( Arthur Hugh Clough)

- Kebahagiaan Hidup yang sebenarnya adalah hidup dengan rendah hati ( W.M. Thancheray)

- Cuma sedikit orang yang menginginkan kebebasan, kebanyakan hanya menginginkan seorang tuan yang adil ( (Gaius Sallatus Crispus)

- Pengalaman bukan saja yang telah terjadi pada diri anda. Melainkan apa yang anda lakukan dengan kejadian yang anda alami. ( Aldous Huxley)

Menelisik Jejak CIA di Permesta

TAK banyak masyarakat yang tahu soal adanya keterlibatan 'orang luar' dalam perjuangan Permesta. Sejumlah pihak terkesan menutup rapat aroma itu. Namun beberapa data mengungkap bagaimana Amerika Serikat (AS) melalui CIA (Central Intelligence Agency)-nya ikut ambil bagian dalam perlawanan masyarakat daerah terhadap pemerintah pusat tersebut. Selama pergolakan, banyak agen organisasi yang bergerak di bidang pertahanan keamanan AS ini ikut bergeriliya di wilayah Sulawesi Utara. Sejarawan Minahasa Bodewyn Talumewo mengungkapkan, bantuan CIA terhadap Permesta dalam berbagai hal, termasuk persenjataan perang. “Senjata pasukan Permesta itu boleh dikata 90 persen dari CIA. Itu termasuk pesawat berbagai jenis, instruktur untuk melatih perang, pilot, intelejen, kombat. Tertangkapnya pilot CIA Allen Pope pada 18 Mei 1958, salah satu bukti,” terang sejarahwan yang intens meneliti tentang Permesta ini “Orang-orang CIA yang masuk ke tubuh Permesta tak semuanya warga negara Amerika. Sebab ada juga yang didatangkan dari Filipina dan Taiwan,” tambahnya. Selain ahli di bidang militer, ada juga tenaga ahli lain yang diperbantukan CIA. “Ada juga tenaga-tenaga dosen seperti untuk Universitas Permesta. Ada ilmuwan-ilmuwan yang berkompetensi dalam bidang kesehatan, biologi dan kimia. Itu semua diberikan secara gratis,” kata Bodewyn. Para agen CIA masuk ke wilayah Sulawesi Utara melalui jalur udara maupun laut. “Rata-rata meraka menggunakan pesawat dan masuk melalui pangkalan udara Angkatan Laut Amerika di Subic Filipina kemudian mendarat di Mapanget. Ada juga sebagian yang masuk melalui laut,” jelasnya. BERJUMPA AGEN CIA DI SINGAPURA Phill Sulu, mantan tentara Permesta dari Batailon Tarantula mengungkapkan, pimpinan Permesta Ventje Sumual usai mengikuti pertemuan dengan sejumlah petinggi militer PRRI di Padang awal tahun 1958, memutuskan harus ke luar negeri untuk mencari senjata. “Di Singapura waktu itu ada agen perjuangan bernama Wantania. Ia bertugas sebagai pencari dan penyandang dana. Dia juga yang mempersiapkan semua kebutuhan perjalanan Sumual ke luar negeri, termasuk mempertemukannya dengan orang Amerika yang diduga agen CIA,” jelas wartawan senior yang juga pendiri organisasi Pemuda Pancasila ini. Proses negosiasi dengan pihak Amerika berjalan mulus. Tak berapa lama, Sumual sudah membawa senjata ke Manado. “Dari Singapura Sumual ke Tokyo. Cari senjata sekalian berusaha ketemu Presiden Sukaro. Karena proses di Jepang berbelit-belit, ia kemudian ke Filipina. Usai kontak dengan AS, dari Subic ia sudah terbang ke Manado dengan pesawat jenis Dakota yang penuh dengan senjata jenis senapan mesin kaliber 12,7,” jelas Sulu. Sang pelaku, almarhum Ventje Sumual sendiri tahun 2007 di Tomohon pernah mengisahkan, dari Padang Sumatera Barat, ketika itu ia bersama Soemitro Djojohadikusumo (ayah Prabowo Subianto, red), Kapten Arie Supit dan Letnan Tema, dijempuat perwakilan badan perdagangan luar negeri Permesta, Nun Pantouw ke Singapura. “Saat berada di restoran, datang beberapa orang Barat yang diperkenalkan Soemitro. Sejak semula saya tahu mereka agen rahasia jadi saya tahu nama mereka pasti bukan sebenarnya. Tapi kalau tidak salah ia menyebut nama Fischer,” aku Sumual. “Kami mencari senjata dan tiba-tiba mereka menawarkan senjata. Kebetulan sekali. Nun dan Semitro ternyata sudah berhubungan dengan mereka sebelumnya. Dengan bersemangat saya kemudian menyebut satu per satu mesin perang yang kami butuhkan. Saat saya tanya berap total harganya, mereka bilang ‘free’. Wah saya senang sekali,” kata Sumual. Bagi Sumual, sebagai pemimpin manajemen perang, ini adalah keuntungan. Target ideal perang adalah menang. Jadi faktor apapun yang bisa menunjang kemenangan harus diambil. “Soal ‘intervensi asing’, apa bedanya dengan pihak ‘sebelah’ yang juga semakin intens dikendalikan komunisme internasional. Hanya karena media massa dikuasai mereka sehigga unsur ‘campur tangan asing’ di pihak kami, yaitu Amerika, yang diheboh-hebohkan. Padahal KGB (agen rahasia Uni Soviet), jauh lebih agresif kerjanya tapi tidak diungkap,” ketus Sumual. Sejumlah data menyebutkan, sosok penting yang bertemu dengan Sumual di Singapura tersebut sebenarnya adalah James Foster Collins, seorang kepala kantor CIA. PerjuanganPermesta yang ‘anti komunis’ secara langsung disokong oleh Amerika Serikat dan para pentolannya, agen-agen CIA yang menyamar di Sulawesi Utara. Dalam ketegangan Blok Timur (Uni Soviet dan sekutu) dan Blok Barat (AS dan sekutu), diketahui AS memang intens melakukan pengaruh untuk menghadang penetrasi komunis ke wilayah Asia Tenggara. ILMUWAN CIA PEMBUAT KINA Pengakuan menarik diungkapkan, seorang pejuang Permesta yang sering mendapat tugas penting untuk menjemput persenjataan yang disuplai CIA ke Sulawesi Utara, Yus Pangemanan. Ia menjelaskan, tahun 1957 (sebelum keberangkatan Sumual ke Singapura), ia sudah berjumpa dengan seorang agen CIA di Minahasa. “Namanya Ir Ngui Sun Kie. Anaknya tiga dan satu meninggal tahun 1958 di Minahasa. Satu bernama Tino kimpoi dengan orang Amurang dan tingal di dekat jembatan Ranoyapo. Ia kemudian balik ke Medan tahun 1963 karena istrinya di sana dan meninggal di Medan,” terang Pangemanan. Anggota Kompi Combat Langi ini menjelaskan, Ngui Sun Kie memiliki peran penting dalam Permesta. “Ia seorang ilmuwan asal Taiwan. Ketika bergolak tahun 1958, ia sempat bekerja di perkebunan karet Tiniawangko Minahasa Selatan. Di sana ia dibantu beberapa orang Minahasa, membuat kina sehingga banyak tentara Permesta tidak dibunuh malaria. Ia juga membuat sabun dan berbagai hal, termasuk bahan bakar dari karet untuk kendaraan Permesta,” papar Pangemanan. “Saya kenal baik dengan keluarganya. Selesai bergolak kami bahkan sempat ke daerah Kotabunan kabupaten Bolaang Mongondow Timur dan mendirikan pabrik sabun. Sampai ia kembali ke Medan,” imbuh pria 77 tahun yang menguasai beberapa bahasa asing ini. AGEN-AGEN CIA BERDARAH SULUT Sebelum perang saudara Permesta berkecamuk, sudah banyak agen CIA yang beroperasi di wilayah Sulawesi Utara. Hal itu diungkapkan veteran Permesta, Buang Politton. Kepada Media Sulut, ia bahkan mengakui mengenal beberapa kawan dekat yang merupakan agen CIA. “Anak saya mengatakan, ia membaca buku yang berjudul ‘Legacy of Ashes, the history of the CIA’. Ia heran karena banyak nama-nama agen rahasia yang disebutkan di situ bermarga Minahasa. Saya katakan, nda usah heran,” celetuknya. Semenjak muda, pria 76 tahun ini mengakui mengenal seorang kerabat yang telah menjadi agen CIA. “Dia orang Tondano. Dulu sering di luar negeri. Kamipun tak tahupekerjaannya apa. Akhir-akhir kemudian kami tahu dia ’agen Amerika’. Dari dia kemudian ketahuan ternyata banyak orang Sulut yang jadi agen Amerika. Mungkin hingga sekarang ada,” selorohnya. Sumber : TouMinahasa